Menampilkan Pencarian Data Menggunakan Single Text dan Dua Form

etelah dipostingan berikutnya kita telah belajar membuat menampilkan data secara otomatis menggunakan dropdown, kali ini kita akan membuat menampilkan pencarian data menggunakan single text dan dua form. Jadi secara garis besar flow-nya seperti ini form 1 digunakan untuk menginputkan data yang akan dicari. Sedangkan form 2 bertugas menampilkan hasil pencarian data tersebut karena di form 2 sudah tersimpan data yang muncul otomatis menggunakan dropdown (baca membuat form kartu ujian). Biar tidak bingung mari kita praktekkan saja langsung. Continue reading

Menggunakan Conditional Logic & Single Text Gravity Form

Bahasan kali ini hampir sama dengan bahasan membuat kartu ujian menggunakan gravity form yaitu kasusnya sama mengambil data dari database. Hanya saja bedanya kali ini pilihan data yang kita ambil tersebut akan muncul secara otomatis pada field single text. Sebagai contoh misal ketika kita memilih no peserta XA001 makan pada field single text akan muncul otomatis nama siswa, kelas, dan ruang. Untuk database admin convert dari excel ke sql menggunakan link ini Continue reading

Membuat Form Kartu Ujian Siswa Menggunakan Gravity Form #2

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan gravity form #1. Form yang digunakan pada kasus ini pun masih menggunakan form yang berada pada postingan gravity form #1. Hanya saja form nya mengalami sedikit pengembangan guna menyelesaikan kasus ini. Sebagai gambaran pada kasus ini kita akan membuat form kartu ujian siswa dengan tampilan sebagai berikut
Continue reading

Mengimpor Data SQL Ke Dalam Form Gravity Form #1

Postingan kali ini admin jadikan bersambung (beberapa part), supaya tidak terlalu panjang pembahasannya dalam satu postingan. Pada part yang pertama admin akan mencoba mengimpor atau mengambil data yang berada pada file sql lalu ditampilkan pada form menggunakan Gravity Form. Sebelum admin uraikan langkah-langkahnya, kita siapkan dulu peralatan perangnya terlebih dahulu. Karena ketika kita akan mengimpor data sql ke dalam form tersebut harus terinstal beberapa plugin terlebih dahulu. Continue reading

Menampilkan Hasil Tabel Data Fluent Form Menggunakan Ninja Tables

Setelah inputan dari form yang kita buat menggunakan fluent form berhasil terkadang kita atau user penasaran apakah inputan kita berhasil terekam / tersimpan atau tidak. Untuk itu kita harus menampilkan hasil inputan tersebut agar user merasa tenang atau yakin bahwa inputan yang barusan saja mereka lakukan berhasil tersimpan. Untuk menampilkan hasil inputan tersebut admin menggunakan plugin tambahan yaitu Ninja Tables. Kebetulan admin menggunakan versi yang free saja. Continue reading

Integrasi Fluent Form Ke Dalam Google Sheet

Setelah postingan kemarin admin tentang conditional logic menggunakan fluent form. Sekarang admin coba posting tentang integrasi fluent form ke dalam google sheet. Jadi bagaimana hasil inputan dari user itu langsung ke simpan ke google sheet. Sehingga kita tinggal mendownload saja hasil responder dari inputan user tersebut. Baik mari kita praktekkan saja bagaimana caranya untuk melakukan hal itu. Continue reading

Menggunakan Field Conditional Logic Pada Fluent Form (Simple Mana Dengan Google Form ?)

Hari-hari kemarin admin disibukkan dengan membuat form tugas siswa menggunakan field conditional logic. Sebenarnya bagi pengguna google form hal ini mudah saja dilakukan. Kalau di google form bisa menggunakan teknik section. Akan tetapi setalah admin coba ternyata di google form untuk field checkbox tidak bisa disisipkan section. Sehingga harus selalu menggunakan field dropdwon. Sementara yang admin butuhkan adalah field checkbox (pada google form) atau multiple choice (pada fluent form). Kenapa admin menggunakan checkbox (pada google form) atau multiple choice (pada fluent form) ? Karena admin ingin memilih beberapa option lebih dari satu. Untuk lebih jelasnya mari perhatikan alur form yang admin buat Continue reading

Cara Merubah Postingan WordPress ke dalam Dokumen Word atau PDF

Mempunyai koleksi ebook memang menyenangkan. Apalagi koleksi ebook pribadi (hasil karya sendiri). Menjadi kebanggaan tersendiri. Bahkan bisa kita jadikan perpustaakaan digital maupun cetak. Akan tetapi, akan terasa jenuh atau malas jika kita harus mengetik ebook dua kali dengan judul dan tema yang sama. Misalnya, kita sudah posting artikel kita di blog kemudian artikel tersebut ingin kita simpan dalam bentuk word maupun pdf namun kita harus mengetik ulang kembali. Ada cara supaya kita tidak mengetik ulang artikel yang sudah kita posting di wordpress.
Kita bisa menggunakan aplikasi wordpress2doc. Continue reading